Potpurri untuk Desa Gulbung



Potpurri (pengharum ruangan) dari Mahasiswa UTM untuk Desa Gulbung
            Pada hari Jum’at (3/08/2018), Kelompok KKN 60 UTM mengajak masyarakat di Dusun Gulbung untuk bersama-sama membuat pengharum ruangan. Kelompok yang dibimbing oleh salah satu Dosen Ekonomi Syariah UTM yaitu bapak Mashudi, S.E.,M.EI ini berhasil memanfaatkan hal yang sebenarnya kurang memiliki nilai, menjadi hal yang cukup bermanfaat. Pelatihan ini sebenarnya hanya tindak lanjut saja dari salah satu program Kelompok KKN 60 UTM. “Sebenarnya proker ini sudah terealisasi pada tanggal 21 Juli yang lalu, tetapi dari kita tetap memonitoring supaya nantinya masyarakat bisa membuat Potpurri ini secara pribadi ketika kelompok kami sudah purna abdi KKN di Desa Gulbung”, tutur M. Fuji Suprapto selaku koordinator desa (Kordes) kelompok KKN 60 UTM.
            Program kerja ini diberi nama Potpurri, yang dimana bahan utamanya adalah bunga yang dikering anginkan, rempah-rempah, minyak esensial dan juga kain tile. Nantinya setelah semuanya sudah jadi bunga ini bisa harum karena dikasih minyak esensial. Prosesnya pun cukup mudah sebagaimana kata Penanggung Jawab proker ini yakni Fitri, “Dalam proses pembuatannya dibutuhkan kesabaran untuk mengeringkan bunganya, setelah selesai bunganya tinggal dikasih minyak esensial sesuai selera dan nantinya tinggal dimasukkan ke dalam kain tile”. Hal senada pun diucapkan oleh Kepala Dusun Gulbung (Kholi, 68), pembuatannya cukup mudah perlu ketlatenan dan kesabaran agar nantinya bisa terselesaikan dengan baik.
            Untuk bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatannya bisa dicari disekeliling masyarakat seperti bunga, rempah-rempah dan kain tile ini ada di tukang jahit. Ini sebenarnya masyarakat harus peka melihat keadaan sekitar dengan cara memanfaatkan bunga dan rempah menjadi Potpurri. Potpourri atau pengharum ruangan ini bisa ditaruh di ruang tamu, kamar dan di dalam rumah sesuai keinginan. Untuk Potpurri ini bisa awet selama kurang lebih tiga bulan. Dikarenakan bahan yang alami dan minyaknya yang cukup baik.
            Acara yang diadakan ini cukup menarik minat masyarakat sehingga cukup banyak yang hadir sekitar 20 orang. Dengan antusias yang ada semoga Kelompok KKN 60 UTM yang mengabdi di Desa Gulbung ini memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar dan juga nantinya masyarakat bisa mandiri dalam proses pembuatan Potpurri serta kalau bisa produk ini dijual ke daerah lain supaya bisa membantu perekonomian masyarakat setempat. (MFS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini